Karawang | mediakorupsinews.com – Sikap yang dinilai tidak mencerminkan etika seorang tenaga pendidik diduga ditunjukkan oleh seorang oknum guru di SMPN 1 Batujaya Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, yang juga menjabat sebagai bendahara sekolah, Rabu (13/5/2026).
Oknum guru tersebut menjadi sorotan setelah diduga melecehkan profesi wartawan saat menerima informasi terkait pemberitaan mengenai pengelolaan SIPLAH melalui pesan WhatsApp dari wartawan mediakorupsinews.com.
Alih-alih memberikan klarifikasi secara profesional, oknum guru tersebut justru diduga melontarkan kalimat bernada merendahkan dengan menulis, “Abang tau ga SIPLAH itu apa?”.
Pernyataan itu sontak memicu reaksi keras dari kalangan insan pers. Ucapan tersebut dinilai bukan sekadar bentuk ketidakkooperatifan terhadap kerja jurnalistik, melainkan telah mengarah pada sikap merendahkan profesi wartawan yang memiliki fungsi sebagai kontrol sosial dan penyampai informasi kepada publik.
Tim Konsultan Hukum dari mediakorupsinews.com, yang terdiri dari Syahrul, SH., MH dan Yohanes Barus, SH., MH menegaskan pihaknya siap mengambil langkah hukum dan melaporkan persoalan tersebut kepada instansi terkait.
“Ucapan secara tertulis melalui pesan WhatsApp kepada wartawan sangat tidak pantas keluar dari seorang tenaga pendidik. Wartawan menyampaikan informasi untuk kepentingan publik, bukan untuk direndahkan. Sikap seperti ini mencederai kemitraan antara dunia pendidikan dan pers,” tegas Syahrul, SH., MH, Rabu (13/5/2026).
Ia menambahkan bahwa wartawan bekerja dan dilindungi Undang-Undang Pers dan memiliki hak untuk mencari, memperoleh, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Kalau ada pihak yang alergi terhadap pemberitaan lalu merespons dengan nada meremehkan, itu patut dipertanyakan. Terlebih yang bersangkutan berada di lingkungan pendidikan yang seharusnya memberi contoh etika komunikasi yang baik,” tambahnya.
Sementara itu, Yohanes Barus, SH., MH menyebut pihaknya tengah mengumpulkan bukti percakapan serta menyiapkan laporan resmi kepada pihak terkait.
“Kami tidak ingin ada oknum yang merasa kebal lalu seenaknya meremehkan profesi wartawan. Pers adalah pilar demokrasi. Sikap seperti ini harus menjadi perhatian serius agar tidak terulang kembali,” ujarnya.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik dan kalangan insan pers di Kabupaten Karawang. Sejumlah wartawan menilai perilaku tersebut mencerminkan buruknya etika komunikasi seorang aparatur di dunia pendidikan dan dikhawatirkan dapat mencoreng citra institusi sekolah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMPN 1 Batujaya belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan ucapan yang dinilai merendahkan profesi wartawan tersebut.(Red)





