Karawang | mediakorupsinews.com – Mencuatnya kabar miring yang telah tayang di sejumlah media online terkait dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2024 dan 2025 di SMA Negeri 1 Batujaya, Kabupaten Karawang, mendapat tanggapan langsung dari pihak sekolah.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Batujaya, Benni Burhani, S.Pd, melalui Bendahara Sekolah, angkat bicara untuk memberikan klarifikasi atas tudingan yang menyebutkan dirinya diduga mengorupsi dana BOS tahun anggaran 2024 dan 2025.
Dalam keterangannya, Benni Burhani menegaskan bahwa seluruh realisasi dana BOS telah dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis dan regulasi yang berlaku.
“Kami tegaskan bahwa penggunaan dana BOS Tahun 2024 dan 2025 di SMA Negeri 1 Batujaya telah sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah. Tidak ada penyimpangan seperti yang dituduhkan,” ujar Benni melalui Bendahara Sekolah, saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (05/03/26).
Ia juga menyampaikan bahwa pengelolaan dana BOS di sekolahnya dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta melibatkan tim manajemen BOS sekolah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.
“Setiap penggunaan anggaran direncanakan melalui rapat bersama, dituangkan dalam RKAS, dan dilaporkan melalui sistem yang sudah ditentukan. Kami juga selalu siap apabila ada pemeriksaan dari pihak berwenang,” tambahnya.
Menurutnya, pihak sekolah terbuka terhadap pengawasan dari instansi terkait, baik dari Dinas Pendidikan maupun aparat pengawas internal pemerintah. Ia menilai, klarifikasi ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, pihak sekolah berharap pemberitaan yang berkembang tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan melakukan konfirmasi secara berimbang.
“Kami menghormati fungsi kontrol sosial dari media dan masyarakat. Namun kami juga berharap setiap informasi diklarifikasi secara utuh agar tidak menimbulkan persepsi yang merugikan institusi pendidikan,” tegasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak SMA Negeri 1 Batujaya berharap polemik yang berkembang dapat diluruskan, serta proses kegiatan belajar mengajar tetap berjalan kondusif tanpa terganggu isu yang belum terbukti kebenarannya. (Tinggun)





